إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ (iyyakana budu wa iyyakana nastayeen) Islam is The glorious religion. The religion in believing the oneness of Allah Ta'ala, and wholeheartedly accepting that all praises are due to Allah Ta'ala and that Prophet Muhammad ﷺ is the final prophet and messenger of Allah Na'budu diambil dari kata 'ibaadah yang artinya kepatuhan dan ketundukkan yang ditimbulkan oleh perasaan terhadap kebesaran Allah, sebagai Tuhan yang disembah, karena keyakinan bahwa Allah mempunyai kekuasaan yang mutlak terhadapnya disertai rasa cinta dan berharap kepada-Nya. Kalimat "iyyaka na'budu" (hanya kepada-Mulah kami beribadah) ini menolak riya'. Sedangkan kalimat "wa iyyaka nasta'iin" (hanya kepada-Mulah kami meminta pertolongan) ini menolak sifat sombong karena kita bisa melakukan ketaatan hanya dengan pertolongan dari Allah. Pernyataan seperti ini disebutkan oleh Ibnu Taimiyyah dan Ibnul Paragraf di atas merupakan Surat Asy-Syu'ara Ayat 144 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada pelbagai pelajaran penting dari ayat ini. Ditemukan pelbagai penjabaran dari para mufassirun berkaitan isi surat Asy-Syu'ara ayat 144, misalnya sebagaimana berikut: 📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia. 142-145. Makna Ayat "Iyyaka Na'budu Wa Iyyaka Nasta'in". "KepadaMu Kami menyembah dan KepadaMu Kami memohon pertolongan." (Al-Fatihah: 5) Maksudnya, kami mengkhususkan kepada diriMu dalam beribadah, berdo'a dan memohon pertolongan. Para ulama dan pakar di bidang bahasa Arab mengatakan, didahulukannya maf'ul bih (obyek) " Iyyaaka Penulis sendiri merasakan berat sekali amalan ini, padahal Allah sudah berfirman dalam Al-Quran surat Ibrahim ayat 7 yang artinya "Barangsiapa yang mensyukuri nikmat-Ku maka akan Ku tambahkan nikmat baginya.Dan barangsiapa yang mengkufuri nikmat-Ku, maka sesungguhnya Adzab-Ku sangatlah pedih." Janji Allah tak pernah di ingkari. .

amalan iyya kana budu waiya kanastain